Searching...
8 Jan 2012

Bagaimana hukum menonton film, sandiwara, televisi ?


dijawab oleh :Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah



Tanya:Apa hukum televisi?

Jawab:Tidak diragukan, bahwa keberadaan televisi dewasa ini hukumnya haram.Meskipun sebenarnya televisi, demikian juga radio, alat perekam, atau alatsemacamnya merupakan bagian-bagian dari nikmat Allah Suhanahu waTa'ala yang diberikan kepada hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah dalamsurat Ibrohim ayat 34: "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah ,
tidaklahkamu dapat menghitungnya."Sebagaimana kita ketahui, pendengaran, penglihatan ataupun lidah adalahkarunia Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai nikmat untukhamba-hamba-Nya. Akan tetapi, kebanyakan nikmat ini menjadi adzabatas orang yang memilikinya. Sebab mereka tidak menggunakannya dijalan

yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sementara itu, televisi, radio,alat perekam dan sejenisnya dikatakan sebagai nikmat, kapan hal ituterjadi ? Jawabnya, pada saat mempunyai nilai manfaat untuk umat.Televisi dewasa ini, 99% banyak menayangkan nilai-nilai ataufaham-faham kefasikan, perbuatan dosa, nyayian haram, ataupunperbutaan yang mengumbar hawa nafsu, dan lain-lain sejenisnya. Hanya 1% tayangan televisi yang dapat diambil manfaatnya. Jadi kesimpulanhukum televisi itu dilihat dari penayangan yang dominan.Jika telah terdapat Daulah Islamiyah, dan dapat menerapkan kurikulumilmiah yang berfaedah bagi umat, maka berkaitan dengan televisi untuksaat itu; saya tidak hanya mengatakan boleh (jaiz) tetapi wajib hukumnya.
(Dinukil dari al Ashalah 10/15 Syawal 1414 H hal. 40, Edisi Indonesia "25fatwa", Fadhilatus Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullahterbitan Semarang, 1995)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!