Searching...
8 Jan 2012

hukum merayakan Hari Lahir dan Ulang Tahun

Tanya : Bagaimana hukum yang berkaitan dengan perayaan hari ulangtahun perkawinan dan hari lahir anak-anak ?






dijawab oleh :Syaikh Muhammad As-Saalih Al-'Utsaimin

Merayakan Hari Lahir dan Ulang Tahun


Jawaban : Tidak pernah ada (dalam syar’iat tentang) perayaan dalamIslam kecuali hari Jum’at yang merupakan Ied (hari Raya) setiap pekan,dan hari pertama bulan Syawaal yang disebut hari Ied al-Fitr dan harikesepuluh Dzulhijjah atau disebut Ied Al-Adhaa - atau sering disebut hari 'Ied Arafah - untuk orang yang berhaji di ‘Arafah dan hari Tasyriq (tanggalke 11, 12, 13 bulan Dzul-Hijjah) yang merupakan hari ‘Ied yang menyertaihari Iedhul ‘Adhaa.Perihal hari lahir orang-orang atau anak-anak atau hari ultah perkawinandan semacamnya, semua ini tidak disyariatkan dalam (Islam) danmerupakan bid’ah yang sesat. (Syaikh Muhammad Salih Al ' Utsaimin)Sumber :Al-Bid'u wal-Muhdatsaat wa maa laa Asla Lahu- Halaman 224; Fataawafadhilatusy-Syaikh Muhammad As-Saalih Al-'Utsaimin- Jilid 2, Halaman302.(scribd.com)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!