Searching...
8 Jan 2012

Keluarga Berencana ( KB )


Pertanyaan.
Syaikh Abdul Azin bin Baz ditanya : Apa hukum KB ?


Jawaban.
"Ini adalah permasalahan yang muncul sekarang, dan banyak pertanyaan muncul berkaitan dengan hal ini. Permasalahan ini telah dipelajari oleh Haiah Kibaril Ulama (Lembaga di Saudi Arabia yang beranggotakan para ulama) di dalam sebuah pertemuan yang telah lewat dantelah ditetapkan keputusan yang ringkasnya adalah tidak boleh mengkonsumsi pil-pil untukmencegah kehamilan.Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala mensyariatkan untuk hamba-Nya sebab-sebab
untukmendapatkan keuturunan dan memperbanyak jumlah umat.


 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.
"Artinya : Nikahilah wanita yang banyak anak lagi penyayang, karena sesungguhnya akuberlomba-lomba dalam banyak umat dengan umat-umat yang lain di hari kiamat 
(dalamriwayat yang lain : dengan para nabi di hari kiamat)".
[Hadits Shahih diriwayatkan oleh AbuDaud 1/320, Nasa'i 2/71, Ibnu Hibban no. 1229, Hakim 2/162 (lihat takhrijnya dalamAl-Insyirah hal.29 Adazbuz Zifaf hal 60) ; Baihaqi 781, Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah 3/61-62]


Karena umat itu membutuhkan jumlah yang banyak, sehingga mereka beribadah kepada Allah,berjihad di jalan-Nya, melindungi kaum muslimin -dengan ijin Allah-, dan Allah akan menjagamereka dan tipu daya musuh-musuh mereka.Maka wajib untuk meninggalkan perkara ini (membatasi kelahiran), tidak membolehkannya dantidak menggunakannya kecuali darurat. Jika dalam keadaan darurat maka tidak mengapa,seperti :[a]. Sang istri tertimpa penyakit di dalam rahimnya, atau anggota badan yang lain, sehinggaberbahaya jika hamil, maka tidak mengapa (menggunakan pil-pil tersebut) untuk keperluan ini.[b]. Demikian juga, jika sudah memiliki anak banyak, sedangkan isteri keberatan jika hamil lagi,maka tidak terlarang mengkonsumsi pil-pil tersebut dalam waktu tertentu, seperti setahunatau dua tahun dalam masa menyusui, sehingga ia merasa ringan untuk kembali hamil,sehingga ia bias mendidik dengan selayaknya.Adapun jika penggunaannya dengan maksud berkonsentrasi dalam berkarier atau supayahidup senang atau hal-hal lain yang serupa dengan itu, sebagaimana yang dilakukankebanyakan wanita zaman sekarang, maka hal itu tidak boleh". [Fatawa Mar'ah, dikumpulkanoleh Muhammad Al-Musnad, Darul Wathan, cetakan pertama 1412H]

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!