Searching...
25 Sep 2012

HUKUM PEMBAJAKAN



Oleh Scila Ummu Syahreza dari Salaf on facebook (Berkas)

Hukum Membajak barang orang lain baik fotocopy buku ataupun software dlsb
Oleh : Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyyah, KSA
a. Pertanyaan ke-2 dari fatwa no. 18845
Soal : 
Apakah saya boleh merekam salah satu kaset dan menjualnya, tetapi  tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada pemegang hak, paling tidak  kepada rumah produksi yang khusus mengurus hak rekaman? Dan apakah saya  boleh memfotocopy salah satu buku dan mengumpulkannya dalam jumlah besar  dan setelah itu menjualnya? Dan bolehkah saya memfotocopy salah satu  buku tetapi tidak untuk menjualnya, tetapi saya mengoleksinya untuk  keperluan pribadi. Sementara buku-buku ini mencantumkan tulisan “Hak  cipta dilindungi”. Apakah saya perlu meminta izin atau tidak? Tolong  beritahu kami mengenai masalah ini, mudah-mudahan Allah memberikan  berkah kepada anda.
Jawab : 
Tidak ada larangan merekam kaset  yang memuat hal-hal yang bermanfaat dan menjualnya, juga memfotocopy  buku-buku dan menjualnya. Sebab, hal itu dapat membantu menyebarkan ilmu  pengetahuan, kecuali jika pemegang haknya melarang melakukan hal  tersebut, dan karena harus meminta izin kepada mereka.
Wabillahi taufiq.
Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan  kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa  sallam, keluarga, dan para sahabatnya.
b. Fatwa no. 18453
Soal : 
Saya bekerja di bidang computer. Sejak saya mulai bekerja di  bidang computer ini, saya biasa mengcopy dan menginstall program untuk  bias dijalankan. Hal ini saya lakukan tanpa membeli CD yang berisi  program asli. Perlu diketahui, pada CD tersebut terdapat peringatan yang  menyebutkan “Hak cipta dilindungi”, yang menyerupai istilah yang  tertulis dalam buku “All right reserve” (semua hak cipta dilindungi).  Pemilik program ini bias seorang Muslim dan bias juga kafir. Pertanyaan  saya, apakah boleh mengcopy (atau menginstall) dengan cara seperti ini  atau tidak?
Jawab : 
Tidak boleh mengcopy (menginstall) program  yang pemegang hak ciptanya melarang, kecuali dengan izin mereka. Hal ini  berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:
المسلمون على شروطهم
“Tidak dihalalkan harta seorang muslim kecuali yang diberikan dari  ketulusan hatinya yang dalam” (HR. Baihaqi dalam Sunan-nya VIII/182;  Ahmad V/276 no. 15488; Ad-Daruquthni II/602 no. 2849-2850. Hadits ini  di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil no. 1459).
Demikian juga dengan sabda beliau:”Barangsiapa yang lebih dulu pada  suatu hal yang mubah, maka dialah yang paling berhak terhadapnya”.
Baik pemegang hak cipta program itu seorang muslim maupun kafir yang  bukan harbi, karena hak orang kafir yang bukan harbi harus juga  dihormati, sebagaimana halnya dengan hak seorang muslim.
Wabillahi taufiq.
Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan  kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa  sallam, keluarga, dan para sahabatnya.
Sumber: Fatawa Lajnah Daimah lil Buhuts, kitab Buyu’ .
(http://ridosandiatmanto.wordpress.com/)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!