Searching...
24 Sep 2012

INDAHNYA ISLAM



إنَّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلَّ له، ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلاَّ الله وحده لا شريك له وأشهد أنَّ محمدًا عبده ورسوله فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه و سلم، وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار
Sesungguhnya agama yang diridhai dan diterima oleh Allah azza wa jalla hanyalah agama islam, hal ini sebagaimana firman Allah azza wa jalla:
Artinya: "Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[1] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya." (QS. Ali Imran: 19)

Agama Islam adalah agama yang sesuai dengan fithrah manusia, sesuai dengan akal yang sehat dan senantiasa akan cocok pada setiap zaman sampai kapan pun, bahkan sampai datang ketetapan Allah azza wa jalla yang dinanti semua makhluk, yaitu hari kiamat kelak.

Kata (الإسلام) Al-Islam terambil dari kata سَلِمَ / يَسْلَمُ yang berarti keselamatan. Hal ini sesuai dengan sifat asli manusia yang telah diciptakan oleh Allah azza wa jalla sejak awal, yaitu mencintai kedamaian dan keselamatan. Hal itu sekaligus membantah propaganda orang-orang Kristen dan yahudi yang menjanjikan keselamatan dan kedamaian bagi pemeluknya. Karena sesungguhnya kedamaian dan keselamatan itu tidak hanya di dunia yang fana, namun hakikat kedamaian dan keselamatan yang senantiasa diharapkan oleh umat manusia adalah kedamaian, ketenangan, dan keselamatan yang abadi di akhirat kelak, di dalam surga.
   
Artinya: "… dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar". (tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Rabbnya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. Al-Baqarah: 111-112)

Selain itu Agama Islam juga mengalihkan segala macam peribadatan dan penyembahan hanya kepada Allah subhanahu wa ta'ala semata, sehingga kedudukan semua manusia sama di sisi Allah subhanahu wa ta'ala . Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala tidak melihat pada fisik manusia atau harta yang ada pada mereka, namun Dia melihat pada amal shalih mereka. Hal ini sangat sesuai dengan sabda Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wa Sallam


dalam haditsnya yang shahih dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu dalam Shahih Muslim yang berbunyi:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُم
Artinya: "Sesungguhnya allah tidak melihat pada rupa-rupa (fisik) dan harta-harta kalian, akan tetapi Dia melihat pada hati-hati dan amal-amal perbuatan kalian."

Agama Islam juga memiliki konsep ketuhanan yang mudah dipahami dan sesuai dengan akal sehat manusia. Ia tidak mengandung kerancuan dan kebingungan sebagaimana agama lain yang memiliki tuhan yang banyak, atau meyakini konsep trinitas yang penuh kerancuan dan kepalsuan.
Akal sehat manusia pasti mengatakan bahwa keteraturan yang terjadi pada alam semesta bukanlah suatu kebetulan, dan telah dipahami bersama bahwa keteraturan tidak dapat terjadi dengan banyaknya sesuatu yang mengatur, akan tetapi keteraturan hanya dapat terjadi jika hanya ada satu Dzat Yang Maha Agung yang mengatur alam semesta tanpa cacat.
Allah azza wa jalla berfirman dalam Al-Quran membantah penyembahan kepada selain-Nya:
Artinya: "Demikianlah, karena Sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak[2 dan Sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah Itulah yang batil; dan Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha besar." (QS. Luqman: 30)

Allah azza wa jalla berfirman pula dalam ayat yang lain:
Artinya: "orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al masih itu putera Allah". Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru Perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah[3] dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (QS. At-Taubah: 30-31)

Allah azza wa jalla berfirman pula dalam ayat yang lain:
Artinya: "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", Padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (QS. Al-Maidah: 72)

Allah azza wa jalla berfirman dalam surat Al-Mulk menjelaskan kesempurnaan penciptaannya:
Artinya: "yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang?" (QS. Al-Mulk: 3)

Agama Islam dengan keutamaannya merupakan agama yang menyempurnakan syariat-syariat Allah azza wa jalla yang telah berjalan pada umat-umat sebelumnya.
Artinya: "… pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu… "

Dalam menyikapi ayat yang mulia ini, Imam Malik rahimahullah berkata dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir dari riwayat Imam Bukhari rahimahullah dengan perkataan yang diabadikan oleh ulama dan senantiasa digunakan sebagai dalail penguat dalam membantah orang-orang yang suka mengadakan hal-hal yang baru dalam perkara agama. Perkataan itu adalah:
وما لم يكن يومئذ دينا, فلا يكون اليوم دينا
Artinya: "…dan apa-apa yang tidak dianggap sebagai bagian dari agama pada hari itu, maka tidaklah pula dianggap agama pada hari ini.."[4

Salah satu pelajaran penting yang dapat diambil dari perkataan Imam Malik rahimahullah di atas adalah bahwa Islam adalah Agama yang paling lengkap dan kedatangannya berfungsi sebagai penyempurna dari syariat nabi dan rasul  terdahulu.

Diantara dalil yang menunjukkan bahwa Islam agama yang sempurna adalah perkataan Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu yang diabadikan oleh Imam Ath-Thabraniy rahimahullah dalam kitabnya Al-Mu'jam Al-Kabir dari jalan Sufyan bin 'Uyainah radhiyallahu yang redaksinya sebagai berikut:
تركنا رسول الله صلى الله عليه و سلم وما طائر يقلب جناحيه في الهواء إلا وهو يذكرنا منه علما, قال: فقال صلى الله عليه و سلم : ( ما بقي شيء يقرب من الجنة ويباعد من النار إلا وقد بين لكم )
Artinya: Rasulullah telah meninggalkan kita, (maka) tidaklah ada seekor burung yang mengepakkan kedua sayapnya di langit melainkan beliau (Rasulullah) telah menjelaskan ilmu tentangnya kepada kita. Maka Rasulullah pun telah bersabda: "tidaklah tersisa sedikit pun dari hal-hal yang mendekatkan kepada surga dan yang menjauhkan dari neraka, melainkan telah dijelaskan kepada kalian." 
Diantara keindahan Islam yang lainnya adalah bahwa Islam menghapuskan kejelekan dan dosa-dosa manusia ketika manusia mau memeluknya dan tidak menghapus kebaikan-kebaikan yang telah dilakukannya sebelum memeluk Islam, bahkan menetapkan kebaikan itu sebagai amal shalih baginya dan akan dilipatgandakan sampai 700x. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wa Sallam dalam haditsnya yang shahih dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudriy radhiyallahu dalam Shahih Bukhari yang berbunyi:
إذا أسلم العبد فحسن إسلامه يكفر الله عنه كل سيئة كان زلفها وكان بعد ذلك القصاص الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف والسيئة بمثلها إلا أن يتجاوز الله عنها
Artinya: "Apabila seseorang masuk Agama Islam lalu mengamalkan ajaran di dalamnya dengan baik, (maka) Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya di masa lalu, setelah itu dibalaslah semua amalnya. (maka) Kebaikan akan dilipatgandakan sebanyak 10x sampai 700x, dan kejelekan tidak dilipatgandakan sehingga Allah mengampuninya."
Maka apabila seorang muslim senantiasa menjaga agamanya dengan baik, dan bertaubat dari setiap kesalahannya, niscaya Allah subhanahu wa ta'ala akan mengampuni dosa-dosanya. 
Semoga yang sedikit ini bermanfaat,

سبحانك اللهم ربنا و بحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك و أتوب إليك. 



[1] Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.

[2] Maksudnya: Allah-lah Tuhan yang sebenarnya, yang wajib disembah, yang berkuasa dan sebagainya.
[3] Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.
[4] Lihat Tafsir Ibnu Katsir


Ditulis oleh : Al Akh Abu Zahro Al Kadiri

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!