Sep 30, 2012

KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN


Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin



Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

روى البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر - قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء 

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'Anhuma bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun".


وروى الإمام أحمد رحمه الله عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام أعظم ولا احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد 

وروى ابن حبان رحمه الله في صحيحه عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أفضل الأيام يوم عرفة.

"Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu 'Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid".

MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN

1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة 

"Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga".

2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :

الصوم لي وأنا أجزي به ، انه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي

"Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku".

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريف

"Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun". [Hadits Muttafaq 'Alaih].

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده .

"Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya".

3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala.

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ 

".... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ...". [al-Hajj : 28].

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma.

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد 

"Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid". [Hadits Riwayat Ahmad].

Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah".

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ

"Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ...". [al-Baqarah : 185].

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do'a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.

Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do'a-do'a lainnya yang disyariatkan.

4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta'atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

ان الله يغار وغيرة الله أن يأتي المرء ما حرم الله علي

"Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya" [Hadits Muttafaq 'Alaihi].

5. Banyak Beramal Shalih.
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur'an, amar ma'ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama'ah ; bagi selain jama'ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta'ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما 

"Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu". [Muttafaq 'Alaihi].

8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu 'Anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره 

"Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya".

Dalam riwayat lain :

فلا يأخذ من شعره ولا من أظفاره حتى يضحي 

"Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban".

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.

وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّه

"..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan...". [al-Baqarah : 196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.

والله الموفق والهادي إلى سواء السبيل وصلى الله على محمد وآله وصحبه وسلم .

صدرت بأذن طبع رقم 1218/ 5 وتاريخ 1/ 11/ 1409 هـ
صادر عن إدارة المطبوعات بالرئاسة العامة لإدارات البحوث العلمية والإفتاء والدعوة والإرشاد
كتبها : الفقير إلى عفو ربه
عبدالله بن عبدالرحمن الجبرين
عضو ا

[Disalin dari brosur yang dibagikan secara cuma-cuma, tanpa no, bulan, tahun dan penerbit. Artikel dalam bahasa Arab dapat dilihat di http://www.saaid.net/mktarat/hajj/4.htm]

http://almanhaj.or.id/content/2888/slash/0/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-dan-amalan-yang-disyariatkan/

0 komentar

click to leave a comment!

 

Pilih Ustadz

Shinse Abu Muhammad Fariz Al Qiyanji (4) Syaikh Abul Hasan Ali Jaadullah Al Mishry (1) Syaikh Ali Hasan Al Halabi Al atsary (10) Syaikh Badr Al Badr (1) Syaikh DR Sa'ad Nashir Asy Syatsri (3) Syaikh Dr.Abdurrohman At Thuraif (1) Syaikh Muhammad bin Abdul Lathif (2) Syaikh Musa alu Nasr (2) syaikh Prof.Dr. Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al Badr (6) Syaikh Wasyihullah Abbas (8) Ustadz Aan Chandra Thalib (3) Ustadz Abdul Barr (19) Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat (14) Ustadz Abdul Halim LC (1) Ustadz Abdul Jabbar (6) Ustadz Abdul Khaliq Lc (1) Ustadz Abdul Malik (10) ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani (72) Ustadz Abdul Muhsin Firanda (117) Ustadz Abdul Qadir Abu Faizah Lc (2) Ustadz Abdullah Amin (15) Ustadz Abdullah Roy MA (1) ustadz Abdullah Sholeh Hadromi (8) Ustadz Abdullah Sya'roni (7) Ustadz Abdullah Taslim (52) Ustadz Abdullah Zaen MA. (59) Ustadz Abdurrahim (1) Ustadz Abdurrahman Al Atsary (1) Ustadz Abdurrahman Ayyub (9) Ustadz Abdurrahman Dani (1) Ustadz Abdurrahman Hadi LC (2) Ustadz Abdurrahman Thayyib Lc (25) Ustadz Abdurrahman Yusak Lc (1) Ustadz Abdussalam Busyro Lc (3) Ustadz Abu Yasir MA (2) Ustadz Abu Abdillah Deni Zamjami M.Ag (6) Ustadz Abu Abdirrahman Thoriq (1) Ustadz Abu Adib (1) Ustadz Abu Ahmad Rochmad (1) ustadz Abu Ammar Al Ghoyami (19) Ustadz Abu Fairus Lc (25) Ustadz Abu Fawwaz Dani Priyanto (2) ustadz Abu Haidar As Sundawy (45) Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali (2) Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary M.A (19) Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam (5) Ustadz Abu Islama Imanuddin Lc (7) Ustadz Abu Ismail Muslim Al-Atsary (1) Ustadz Abu Izzi Masmu'in (18) Ustadz Abu Jundi (1) Ustadz Abu Khaleed Reza Gunarsa Lc (13) Ustadz Abu Muhammad Ahmad Halim (1) Ustadz Abu Mush'ab (1) Ustadz Abu Nabil Aziz Asmana Lc (2) Ustadz Abu Qotadah (48) Ustadz Abu Sa'ad MA (19) Ustadz Abu Salma Rifaindry Lc (1) Ustadz Abu Salman BA (3) Ustadz Abu Sumayyah Beni Sarbeni Lc (3) Ustadz Abu Thohir Jones Vendra Lc (2) Ustadz abu Ubaidah Yusuf As Sidawi (9) Ustadz Abu Umar Basyier (2) Ustadz Abu Umar Indra (1) Ustadz Abu Unais Ali Subana (1) Ustadz Abu Usamah Syamsul Hadi Lc (4) Ustadz abu ya'la kurnaedi Lc (8) Ustadz Abu Yusuf (1) Ustadz Abu Yusuf Ubaid Bima (1) Ustadz Abu Zubier Hawary Lc (51) Ustadz Ade Agustian Lc (3) Ustadz Aep Saepullah Lc (2) Ustadz Afifi Abdul Wadud (22) Ustadz Agus Hasan Bashori Lc (6) Ustadz Ahmad Bazher (1) Ustadz Ahmad Daniel Lc (1) Ustadz Ahmad Faiz Asifudin Lc (2) Ustadz Ahmad MZ (8) Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif LC (2) Ustadz Ahmad Zainuddin LC (158) Ustadz Ali Ahmad (5) Ustadz Ali Basuki Lc (20) Ustadz Ali Hasan Bawazier Lc (2) Ustadz Ali Nur LC (16) Ustadz Ali Saman Hasan MA (1) Ustadz Amir As Soronjy Lc (6) Ustadz Ammi Nur Baits (20) Ustadz Amrullah Akadhinta ST (2) Ustadz Anas Burhanuddin MA (8) Ustadz Andy Fahmi Lc (1) Ustadz Andy Oktavian Latief (3) Ustadz Arif Budiman Lc (9) Ustadz Arif Fathul Ulum Lc (3) Ustadz Arif Syarifuddin Lc (1) Ustadz Arifin Badri (21) Ustadz Arifin Ridin Lc (1) ustadz Aris Munandar Ss. (49) Ustadz Arman Amri Lc (2) Ustadz Asas El Izzi Lc (1) Ustadz Askar Wardhana Lc (2) Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron Lc (13) Ustadz Ayman Abdullah Lc (1) Ustadz Ayub Abu Ayub (7) Ustadz Azhar Khalid Seff (4) Ustadz Bachtiar Lc (2) ustadz Badrussalam LC (94) Ustadz Bagus jamroji Lc (5) Ustadz Bambang Abu Ubaidillah Al Atsary (3) Ustadz Campuran (37) Ustadz Djazuli (2) Ustadz DR Ade Hermansyah Lc (1) Ustadz Dr Aspri Rahmat Azai MA (13) Ustadz Dr Firdaus Sanusi MA (7) Ustadz DR. Erwandi Tirmidzi MA (17) Ustadz DR. Syafiq Basalamah MA. (135) Ustadz DR.Ali Musri Lc (25) Ustadz Dr.Dasman Yahya Ma'aly MA (2) Ustadz Dr.Khalid Basalamah MA (32) Ustadz Dr.Muhammad Nur Ihsan MA (10) Ustadz dr.Raehanul Bahraen (5) Ustadz Drs Salim bin Yahya Qibas (3) Ustadz Dzikrullah Arza Lc (2) Ustadz Dzulqarnain (129) Ustadz Fachrudin Nu'man Lc (3) Ustadz Fadlan Fahamsyah Lc (5) Ustadz Farhan Abu Furaihan (5) Ustadz Farhan Abu Mu'adz (1) Ustadz Farid al Bathothy Lc (1) Ustadz Farid Okbah MA (2) Ustadz Fariq Gasim Anuz (7) Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawiy (10) Ustadz Fuad Basewadan (1) Ustadz Fuad Hamzah Baraba' Lc (1) Ustadz Hafidz Al Musthofa Lc (1) Ustadz Haikal Ali Basyarahil Lc (1) Ustadz Hamzah Abbas Lc (3) Ustadz Haris Abu Naufal (1) Ustadz Hermawan Lc (2) Ustadz Hizbul Majid (1) Ustadz Hudzaifah (3) Ustadz Husain Mubarok Lc MA (1) Ustadz Hussain Yee (1) Ustadz Ibnu Yunus (6) ustadz Ilham Thabrani (1) Ustadz Ja'far Shalih (6) Ustadz Jauhari Lc (3) Ustadz Jazuli Lc (3) Ustadz Jefry Halim MA (1) Ustadz Khailid Abdus Shomad Lc (1) Ustadz Khairullah Lc (1) Ustadz Khalid Samsudi (8) ustadz Khaliful Hadi (15) Ustadz Khidir bin Muhammad Sanusi (37) Ustadz La Ode Abu Hanafi (1) Ustadz Luqman Jamal Lc (1) Ustadz Mahfudz Umri LC (13) Ustadz Mahful Safarudin Lc (4) Ustadz Masrur Zainuddin Lc (1) Ustadz Maududi Abdullah Lc (46) Ustadz Mizan Qudsiyah Lc (21) Ustadz Mubarok Bamuallim (11) Ustadz Muflih Safitra (3) Ustadz Muhajir Jamaluddin (1) Ustadz Muhammad Abduh Tausikal (13) Ustadz Muhammad Elvi Syam Lc (18) Ustadz Muhammad Hamid Alwi Lc (1) Ustadz Muhammad Naim Lc (11) Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc (67) Ustadz Muhammad Qasim Muhajir Lc (6) Ustadz Muhammad Romelan Lc (5) Ustadz Muhammad Sanusi (1) Ustadz Muhammad Tamrin Lc (1) Ustadz Muhammad Taufiq bin Badri Lc (1) Ustadz Muhammad Ulin Nuha Muhtadi (1) Ustadz Muhammad Wasitho (6) Ustadz Muhammad Wujud Arbain Lc (1) Ustadz Muhammad Yahya (1) ustadz Muhammad Yassir Lc (1) Ustadz Muhtarom (17) Ustadz Mujahid Abu Kholil (1) Ustadz Musaddad Al-Kutawi (4) Ustadz Muslim Abu Ishaq al-Atsary (3) Ustadz Mustamin Musaruddin Lc (2) Ustadz Musthofa Al Buthoni (6) Ustadz Musyafa' Addariny MA (3) Ustadz Nafi' Zainuddin Lc (2) Ustadz Najmi Umar Bakkar (3) Ustadz Nashr Abdul karim Lc (1) Ustadz Nizar Sa'ad Jabal Lc (4) Ustadz Nuruddin Bukhori (1) Ustadz Rishky Abu Zakaria (3) Ustadz Riyadh Badr Bajrey Lc (15) Ustadz Rizal Zuliar Putrananda (13) Ustadz Rizki Amipon Dasa (1) Ustadz Sa'id Abu Ukasyah Lc (3) Ustadz Said Ruslan (3) Ustadz Said Yai Lc (4) Ustadz Salim Ghanim Lc (1) Ustadz Salim Muhdor Lc MA (1) Ustadz Salman Mahmud (8) Ustadz Sanusi Daris (4) Ustadz Slamet Wahyudi (1) Ustadz Sofyan Chalid Ruray (72) Ustadz Subhan Bawazier (19) Ustadz Subkhan Khadafi Lc (2) Ustadz Sufyan bin Fuad Basweidan (7) Ustadz Sulaiman Rasyid ST (1) Ustadz Sulam bin Mustaredja (1) Ustadz Suryana Lc (1) Ustadz Syahrul Fatwa (1) Ustadz Syariful Mahya Lubis Lc MA (1) Ustadz Umar Al Fanani Lc (2) Ustadz Umar Jawwas (1) Ustadz Urfa Furota (1) Ustadz Wira Mandiri Bachrun (20) ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas (35) Ustadz Yusron Mustofa S.Ag (2) Ustadz Yusuf Utsman Ba'isa Lc (1) Ustadz Zaid Susanto Lc (16) Ustadz Zainal Abidin Lc (42) Ustadz Zainuddin Lc (2) Ustadz Zakaria Ahmad (4)