Sep 27, 2012

MENGENAL MALAIKAT ALLAH


Iman kepada Malaikat
Pengertian

Malaikat bentuk jama’ dari kata: ma-la-kun (satu malaikat). Sedangkan kata; ma-la-kun sendiri diambil dari kata ma’-la-kun (مألك) – uluukah (ألوكة), yang artinya ‘risalah (pengutusan)’. (Al Mu’jam Al Wasith, madah: a-la-ka).

Malaikat adalah alam gaib, makhluk, dan hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala. Malaikat sama sekali tidak memiliki keistimewaan rububiyah dan uluhiyah. Allah menciptakannya dari cahaya serta memberikan ketaatan yang sempurna serta kekuatan untuk melaksanakan ketaatan itu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya, “Para malaikat yang ada di sisi-Nya, mereka tidak angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al Anbiyaa: 19 – 20)


Malaikat jumlahnya sangat banyak, dan tidak ada yang mampu menghitungnya kecuali Allah. Dalam hadits Al Bukhari dan Muslim terdapat hadits dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu tentang kisah mi’raj bahwa Allah telah memperlihatkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Al Baitul Ma’mur di langit. Di dalamnya terdapat 70.000 malaikat yang setiap hari melakukan shalat. Siapa pun yang keluar dari tempat itu, tidak kembali lagi.

Iman kepada malaikat mengandung empat unsur

Pertama, Mengimani wujud mereka.

Kedua, Mengimani mereka yang kita kenali nama-namanya, seperti Jibril, dan juga terhadap nama-nama malaikat yang tidak kita kenal.

Ketiga, Mengimani sifat-sifat mereka yang kita kenali, seperti sifat bentuk Jibril, sebagaimana yang pernah dilihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mempunyai 600 sayap yang menutup ufuk.

Malaikat bisa saja menjelma berwujud seorang lelaki, seperti yang pernah terjadi pada malaikat Jibril, tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutusnya kepada Maryam. Jibril menjelma jadi seorang yang sempurna.

Demikian pula ketika Jibril datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sewaktu beliau sedang duduk di tengah-tengah para sahabatnya. Jibril datang dengan bentuk seorang lelaki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat tanda-tanda perjalanannya, dan tidak seorang sahabatpun yang mengenalinya. Jibril duduk dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyandarkan kedua lututnya ke lutut Nabi dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya. Ia bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Islam, iman, ihsan, hari kiamat, dan tanda-tandanya.

Demikian halnya dengan para malaikat yang diutus kepada nabi Ibrahim dan Luth. Mereka menjelma bentuk menjadi lelaki.

Keempat, Mengimani tugas-tugas yang diperintahkan Allah kepada mereka yang sudah kita ketahui, seperti bacaan tasbih, dan menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala siang-malam tanpa merasa lelah.

Sifat-sifat malaikat

1. Mereka diciptakan dari cahaya
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, dan jin diciptakan dari nyala api ….” (HR. Muslim no. 60)

2. Makhluk yang selalu taat dan tidak pernah maksiat
Allah berfirman, yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)

3. Malaikat memiliki sayap
Allah berfirman, yang artinya, “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Fathir: 1)

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Jibril dalam bentuk aslinya. Beliau (Jibril) memiliki 600 sayap. Satu sayap bisa menutupi ufuk.” (Al Bidayah Ibnu katsir, 1/47. Sanadnya baik)

4. Makhluk yang sangat besar
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saya diizinkan untuk menceritakan tentang salah satu malaikat pemikul Arsy. Jarak antara daun telinga dengan pundaknya sejauh 700 tahun perjalanan.” (HR. Abu Daud no. 4729 dan dinilai sahih oleh Al Albani)

5. Keindahan malaikat
Allah berfirman, yang artinya, “Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. Makhluk yang mempunyai paras yang indah; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.” (QS. An Najm: 5 – 6)

Demikian pula perkataan wanita mesir ketika melihat Nabi Yusuf ‘alaihi salam, “Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata, ‘Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain adalah malaikat yang mulia.’” (QS. Yusuf: 31)

6. Mereka berbeda-beda, bentuk dan kedudukannya
Allah berfirman, yang artinya, “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Fathir: 1)

Jumlah sayap mereka berbeda-beda sesuai dengan apa yang Allah kehendaki. Allah berfirman tentang Jibril, yang artinya, “Sesungguhnya Alquran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril). Yang mempunyai kekuatan,  yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy.” (QS. At Takwir: 19 – 20)

Allah menyebutkan bahwa Jibril memiliki kedudukan yang tinggi di sisi-Nya. Artinya ada malaikat yang kedudukannya di bawah Jibril.

7. Bukan pria, bukan wanita
Satu hal yang penting untuk diperhatikan bahwa sesuatu yang ghaib tidak bisa dianalogikan dengan sesuatu yang nampak dan bisa dijangkau indera manusia dari semua sisi. Allah mencela sikap orang musyrikin yang menganggap malaikat sebagai makhluk dengan jenis kelamin perempuan. Padahal mereka tidak pernah menyaksikan proses penciptaan malaikat. Allah berfirman, yang artinya, “Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), ‘Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki. Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan(nya)?” (QS. Ash Shaffat: 149 – 150)

8. Mereka tidak makan dan tidak minum
Ketika utusan Allah di kalangan malaikat mendatangi Nabi Ibrahim, mereka disuguhi daging sapi. Setelah dipersilahkan mereka tidak mau makan. Maka Ibrahim sadar bahwa tamunya bukan manusia tapi malaikat.

Allah berfirman, yang artinya, “Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, ‘Salaamun.’ Ibrahim menjawab, ‘Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata, ‘Silakan makan.’ (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, ‘Janganlah kamu takut,’ dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (yaitu Ishaq).” (QS. Adz Dzariyat: 24 – 28)

9. Tidak pernah bosan beribadah dan melaksanakan ketaatan
Allah berfirman, yang artinya, “Mereka (para Malaikat) selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al Anbiya’: 20)

Allah juga berfirman, yang artinya, “Jika mereka (orang kafir) menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.” (QS. Fushshilat: 38)

10. Malaikat tinggal di langit
Banyak dalil yang menunjukkan bahwa malaikat naik-turun menemui hamba-hamba Allah yang ada di bumi. Demikian juga, banyak ayat yang menunjukkan bahwa mereka berada di dekat Allah ta’ala. Ini semua mengisyaratkan bahwa tempat asal mereka berada di langit. Di antaranya, firman Allah tentang lailatul qadar, yang artinya, “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al Qadar: 4)

Tugas-tugas malaikat

Di antara mereka ada yang mempunyai tugas-tugas tertentu, sebagai berikut:

  Malaikat Jibril yang dipercayakan menyampaikan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul.
Malaikat Mikail yang diserahi tugas menurunkan hujan dan tumbuh-tumbuhan.
Malaikat Israfil yang diserahi tugas meniup sangkakala di hari kiamat dan kebangkitan makhluk.
Malaikat maut (malakul maut) yang diserahi tugas mencabut nyawa manusia.
Malaikat Malik diserahi tugas menjaga neraka.
Ada malaikat yang diserahi tugan mengurusi janin dalam rahim. Ketika janin sudah mencapai empat bulan di dalam kandungan, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh dan menulis takdir rizkinya, ajalnya, amalnya, derita, dan bahagianya.
Ada juga malaikat yang diserahi menjaga dan menulis semua perbuatan manusia. Setiap orang dijaga oleh dua malaikat, yang satu pada sisi dari kanan dan yang satunya lagi pada sisi dari kiri.
Ada juga malaikat yang diserahi tugas menanyai orang yang meninggal. Bila mayit sudah dimasukkan ke dalam kuburnya, maka akan datanglah dua malaikat yang bertanya kepadanya tentang Rabbnya, agamanya, dan nabinya.
Manfaat iman kepada malaikat

Pertama, mengetahui keagungan Allah, kekuatan-Nya, dan kekuasaan-Nya. Kebesaran makhluk pada hakikatnya adalah dari keagungan sang Pencipta.

Kedua, syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas perhatian-Nya terhadap manusia dengan mengutus malaikat untuk memelihara, mencatat amal-amal dan berbagai kemashlahatannya yang lain.

Ketiga, cinta kepada para malaikat karena ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pendapat keliru tentang malaikat

Pertama, orang yang memuja akal dan beraliran liberal mengingkari keberadaan malaikat. Mereka mengatakan bahwa malaikat adalah sesuatu yang abstrak untuk mengungkapkan ”kekuatan kebaikan” yang tersimpan dalam diri para makhluk.

Keyakinan ini jelas bertolak-belakang dengan Kitabullah, sunnah Rasul-Nya, dan ijma’ (konsensus) umat Islam. Karena semua dalil menunjukkan bahwa malaikat adalah sesuatu yang kongkret dan berwujud, memiliki zat dan berjasad. Hanya saja mereka berada di alam ghaib, yang tidak bisa dilihat manusia.

Di antara dalil yang menunjukkan bahwa mereka makhluk yang berjasad adalah beberapa ayat berikut:

Allah berfirman, yang artinya, “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Faathir:1)

Keterangan: Allah sebut malaikat memiliki sayap. Tidak mungkin sesuatu yang memiliki sayap tidak memiliki zat (baca: berjasad)

Allah juga berfirman, yang artinya, “Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul dari depan dan belakang mereka (dan berkata), ‘Rasakanlah siksa neraka yang membakar,, (tentulah kamu akan merasa ngeri).” (QS. Al Anfaal: 50)

Keterangan: Allah sebut malaikat bisa memukul. Sedangkan benda abstrak tidak bisa memukul.

Allah juga berfirman, yang artinya, “Malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum (salam sejahtera kepadamu dengan kesabaranmu).’ Maka alangkah baiknya tempat balasan itu.” (QS. Ar Ra’d: 23 – 24)

Keterangan: Allah menceritakan malaikat bisa memberi salam. Artinya mereka bisa berbicara. Ini menunjukkan bahwa mereka adalah makhluk yang memiliki anggota badan untuk berbicara.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila Allah mencintai seorang hamba-Nya, Ia memberi tahu Jibril bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai Fulan, dan menyuruh Jibril untuk mencintainya, maka Jibril pun mencintainya. Jibril lalu memberi tahu penghuni langit bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai Fulan dan menyuruh mereka juga untuk mencintainya, maka penghuni langitpun mencintainya. Kemudian ia diterima di kalangan masyarakat bumi.” (HR. Al Bukhari no. 3037)

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap hari Jumat, di setiap pintu masjid, para malaikat mencatat satu demi satu orang yang datang. Bila imam sudah duduk (di atas mimbar) mereka menutup buku-bukunya dan datang untuk mendengarkan zikir (khotbah).”

Dari nash-nash ini tampak jelas bahwa para malaikat itu benar-benar ada, dan satu hal yang konkrit. Bukan kekuatan abstrak yang terdapat dalam diri manusia, seperti yang diyakini sebagian orang liberal.

Kedua, ada sebagian orang yang membatasi jumlah malaikat hanya 10 malaikat. Ini adalah pendapat yang bertentangan dengan dalil Al Qur’an dan As-Sunnah, yang menunjukkan banyaknya jumlah malaikat. Di antaranya firman Allah, yang artinya, “Tidak ada yang mengetahui jumlah tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri.” (QS. Al Muddatsir: 31)

Ketiga, sebagian kaum muslimin memberi nama malaikat yang tidak ada dalilnya dari Alquran dan As-Sunnah. Diantaranya adalah nama Izarail. Banyak orang yang menggunakan nama ini untuk menyebut malaikat pencabut nyawa. Syaikh Al Albani mengatakan: Nama ini tidak ada dalilnya. Ini berasal dari berita israiliyat. (Takhrij Ath Thahawiyah, 1:72)

Referensi:

Syarh Ushul Iman, Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin, Dar Al Qasim, Arab Saudi, 1419 H.
‘Alamul Malaikat Al Abrar, Dr. Umar bin Sulaiman Al Asyqar, Maktabah Al Fallah, Beirut, 1403 H.
Al Mu’jam Al Wasith, Ibrahim Musthofa, dkk., Tahqiq: Majma’ Al Lughah Al Arabiyah.
Takhrij Al Aqidah At Thahawiyah, Muhammad Nashiruddin Al Albani, Al Maktabah Al Islami, Beirut, 1414 H.
Artikel www.yufidia.com

0 komentar

click to leave a comment!

 

Pilih Ustadz

Shinse Abu Muhammad Fariz Al Qiyanji (4) Syaikh Abul Hasan Ali Jaadullah Al Mishry (1) Syaikh Ali Hasan Al Halabi Al atsary (10) Syaikh Badr Al Badr (1) Syaikh DR Sa'ad Nashir Asy Syatsri (3) Syaikh Dr.Abdurrohman At Thuraif (1) Syaikh Muhammad bin Abdul Lathif (2) Syaikh Musa alu Nasr (2) syaikh Prof.Dr. Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al Badr (6) Syaikh Wasyihullah Abbas (8) Ustadz Aan Chandra Thalib (3) Ustadz Abdul Barr (19) Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat (14) Ustadz Abdul Halim LC (1) Ustadz Abdul Jabbar (6) Ustadz Abdul Khaliq Lc (1) Ustadz Abdul Malik (10) ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani (72) Ustadz Abdul Muhsin Firanda (117) Ustadz Abdul Qadir Abu Faizah Lc (2) Ustadz Abdullah Amin (15) Ustadz Abdullah Roy MA (1) ustadz Abdullah Sholeh Hadromi (8) Ustadz Abdullah Sya'roni (7) Ustadz Abdullah Taslim (52) Ustadz Abdullah Zaen MA. (59) Ustadz Abdurrahim (1) Ustadz Abdurrahman Al Atsary (1) Ustadz Abdurrahman Ayyub (9) Ustadz Abdurrahman Dani (1) Ustadz Abdurrahman Hadi LC (2) Ustadz Abdurrahman Thayyib Lc (25) Ustadz Abdurrahman Yusak Lc (1) Ustadz Abdussalam Busyro Lc (3) Ustadz Abu Yasir MA (2) Ustadz Abu Abdillah Deni Zamjami M.Ag (6) Ustadz Abu Abdirrahman Thoriq (1) Ustadz Abu Adib (1) Ustadz Abu Ahmad Rochmad (1) ustadz Abu Ammar Al Ghoyami (19) Ustadz Abu Fairus Lc (25) Ustadz Abu Fawwaz Dani Priyanto (2) ustadz Abu Haidar As Sundawy (45) Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali (2) Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary M.A (19) Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam (5) Ustadz Abu Islama Imanuddin Lc (7) Ustadz Abu Ismail Muslim Al-Atsary (1) Ustadz Abu Izzi Masmu'in (18) Ustadz Abu Jundi (1) Ustadz Abu Khaleed Reza Gunarsa Lc (13) Ustadz Abu Muhammad Ahmad Halim (1) Ustadz Abu Mush'ab (1) Ustadz Abu Nabil Aziz Asmana Lc (2) Ustadz Abu Qotadah (48) Ustadz Abu Sa'ad MA (19) Ustadz Abu Salma Rifaindry Lc (1) Ustadz Abu Salman BA (3) Ustadz Abu Sumayyah Beni Sarbeni Lc (3) Ustadz Abu Thohir Jones Vendra Lc (2) Ustadz abu Ubaidah Yusuf As Sidawi (9) Ustadz Abu Umar Basyier (2) Ustadz Abu Umar Indra (1) Ustadz Abu Unais Ali Subana (1) Ustadz Abu Usamah Syamsul Hadi Lc (4) Ustadz abu ya'la kurnaedi Lc (8) Ustadz Abu Yusuf (1) Ustadz Abu Yusuf Ubaid Bima (1) Ustadz Abu Zubier Hawary Lc (51) Ustadz Ade Agustian Lc (3) Ustadz Aep Saepullah Lc (2) Ustadz Afifi Abdul Wadud (22) Ustadz Agus Hasan Bashori Lc (6) Ustadz Ahmad Bazher (1) Ustadz Ahmad Daniel Lc (1) Ustadz Ahmad Faiz Asifudin Lc (2) Ustadz Ahmad MZ (8) Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif LC (2) Ustadz Ahmad Zainuddin LC (158) Ustadz Ali Ahmad (5) Ustadz Ali Basuki Lc (20) Ustadz Ali Hasan Bawazier Lc (2) Ustadz Ali Nur LC (16) Ustadz Ali Saman Hasan MA (1) Ustadz Amir As Soronjy Lc (6) Ustadz Ammi Nur Baits (20) Ustadz Amrullah Akadhinta ST (2) Ustadz Anas Burhanuddin MA (8) Ustadz Andy Fahmi Lc (1) Ustadz Andy Oktavian Latief (3) Ustadz Arif Budiman Lc (9) Ustadz Arif Fathul Ulum Lc (3) Ustadz Arif Syarifuddin Lc (1) Ustadz Arifin Badri (21) Ustadz Arifin Ridin Lc (1) ustadz Aris Munandar Ss. (49) Ustadz Arman Amri Lc (2) Ustadz Asas El Izzi Lc (1) Ustadz Askar Wardhana Lc (2) Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron Lc (13) Ustadz Ayman Abdullah Lc (1) Ustadz Ayub Abu Ayub (7) Ustadz Azhar Khalid Seff (4) Ustadz Bachtiar Lc (2) ustadz Badrussalam LC (94) Ustadz Bagus jamroji Lc (5) Ustadz Bambang Abu Ubaidillah Al Atsary (3) Ustadz Campuran (37) Ustadz Djazuli (2) Ustadz DR Ade Hermansyah Lc (1) Ustadz Dr Aspri Rahmat Azai MA (13) Ustadz Dr Firdaus Sanusi MA (7) Ustadz DR. Erwandi Tirmidzi MA (17) Ustadz DR. Syafiq Basalamah MA. (135) Ustadz DR.Ali Musri Lc (25) Ustadz Dr.Dasman Yahya Ma'aly MA (2) Ustadz Dr.Khalid Basalamah MA (32) Ustadz Dr.Muhammad Nur Ihsan MA (10) Ustadz dr.Raehanul Bahraen (5) Ustadz Drs Salim bin Yahya Qibas (3) Ustadz Dzikrullah Arza Lc (2) Ustadz Dzulqarnain (129) Ustadz Fachrudin Nu'man Lc (3) Ustadz Fadlan Fahamsyah Lc (5) Ustadz Farhan Abu Furaihan (5) Ustadz Farhan Abu Mu'adz (1) Ustadz Farid al Bathothy Lc (1) Ustadz Farid Okbah MA (2) Ustadz Fariq Gasim Anuz (7) Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawiy (10) Ustadz Fuad Basewadan (1) Ustadz Fuad Hamzah Baraba' Lc (1) Ustadz Hafidz Al Musthofa Lc (1) Ustadz Haikal Ali Basyarahil Lc (1) Ustadz Hamzah Abbas Lc (3) Ustadz Haris Abu Naufal (1) Ustadz Hermawan Lc (2) Ustadz Hizbul Majid (1) Ustadz Hudzaifah (3) Ustadz Husain Mubarok Lc MA (1) Ustadz Hussain Yee (1) Ustadz Ibnu Yunus (6) ustadz Ilham Thabrani (1) Ustadz Ja'far Shalih (6) Ustadz Jauhari Lc (3) Ustadz Jazuli Lc (3) Ustadz Jefry Halim MA (1) Ustadz Khailid Abdus Shomad Lc (1) Ustadz Khairullah Lc (1) Ustadz Khalid Samsudi (8) ustadz Khaliful Hadi (15) Ustadz Khidir bin Muhammad Sanusi (37) Ustadz La Ode Abu Hanafi (1) Ustadz Luqman Jamal Lc (1) Ustadz Mahfudz Umri LC (13) Ustadz Mahful Safarudin Lc (4) Ustadz Masrur Zainuddin Lc (1) Ustadz Maududi Abdullah Lc (46) Ustadz Mizan Qudsiyah Lc (21) Ustadz Mubarok Bamuallim (11) Ustadz Muflih Safitra (3) Ustadz Muhajir Jamaluddin (1) Ustadz Muhammad Abduh Tausikal (13) Ustadz Muhammad Elvi Syam Lc (18) Ustadz Muhammad Hamid Alwi Lc (1) Ustadz Muhammad Naim Lc (11) Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc (67) Ustadz Muhammad Qasim Muhajir Lc (6) Ustadz Muhammad Romelan Lc (5) Ustadz Muhammad Sanusi (1) Ustadz Muhammad Tamrin Lc (1) Ustadz Muhammad Taufiq bin Badri Lc (1) Ustadz Muhammad Ulin Nuha Muhtadi (1) Ustadz Muhammad Wasitho (6) Ustadz Muhammad Wujud Arbain Lc (1) Ustadz Muhammad Yahya (1) ustadz Muhammad Yassir Lc (1) Ustadz Muhtarom (17) Ustadz Mujahid Abu Kholil (1) Ustadz Musaddad Al-Kutawi (4) Ustadz Muslim Abu Ishaq al-Atsary (3) Ustadz Mustamin Musaruddin Lc (2) Ustadz Musthofa Al Buthoni (6) Ustadz Musyafa' Addariny MA (3) Ustadz Nafi' Zainuddin Lc (2) Ustadz Najmi Umar Bakkar (3) Ustadz Nashr Abdul karim Lc (1) Ustadz Nizar Sa'ad Jabal Lc (4) Ustadz Nuruddin Bukhori (1) Ustadz Rishky Abu Zakaria (3) Ustadz Riyadh Badr Bajrey Lc (15) Ustadz Rizal Zuliar Putrananda (13) Ustadz Rizki Amipon Dasa (1) Ustadz Sa'id Abu Ukasyah Lc (3) Ustadz Said Ruslan (3) Ustadz Said Yai Lc (4) Ustadz Salim Ghanim Lc (1) Ustadz Salim Muhdor Lc MA (1) Ustadz Salman Mahmud (8) Ustadz Sanusi Daris (4) Ustadz Slamet Wahyudi (1) Ustadz Sofyan Chalid Ruray (73) Ustadz Subhan Bawazier (20) Ustadz Subkhan Khadafi Lc (2) Ustadz Sufyan bin Fuad Basweidan (7) Ustadz Sulaiman Rasyid ST (1) Ustadz Sulam bin Mustaredja (1) Ustadz Suryana Lc (1) Ustadz Syahrul Fatwa (1) Ustadz Syariful Mahya Lubis Lc MA (1) Ustadz Umar Al Fanani Lc (2) Ustadz Umar Jawwas (1) Ustadz Urfa Furota (1) Ustadz Wira Mandiri Bachrun (20) ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas (35) Ustadz Yusron Mustofa S.Ag (2) Ustadz Yusuf Utsman Ba'isa Lc (1) Ustadz Zaid Susanto Lc (16) Ustadz Zainal Abidin Lc (43) Ustadz Zainuddin Lc (2) Ustadz Zakaria Ahmad (4)