Searching...
23 Apr 2013

Biografi dan E-book Syaikh Prof Dr.Abdurrazaq Bin Abdul Muhsin al-Abbad al-badr


Para Pmebaca yang kami hormati,mengingat beliau lagi berada di Indonesia saat tulisan ini di buat     

maka tidak ada salahnya kita mengetahui Biografi beliau "Dahulu orang bilang tak kenal maka tak sayang" dan dapatkan pula E-book karya beliau


NAMA BELIAU 

     Beliau bernama Abdurrazaq bin Abdul Muhsin bin Hamd al-Abbad al-Badr.beliau adalah putra seorang ulama besar kota madinah dan ahli Hadits madinah yang hidup hingga sekarang,Syaikh Al Allamah Abdul Muhsin al-Abbad


KELAHIRAN DAN PERTUMBUHAN BELIAU

      Beliau di lahirkan di kota Zulfi,Saudi Arabia(300 KM dari utara Riyadh) pada hari rabu,22 Dzulqa'dah 1382 H yang bertepatan 17 April 1963 M,beliau tmbuh dan dewasa di desa ini dan belajar baca tulis di sekolah yang diasuh oleh ayah beliau sendiri.beliau mengambil pendidikan hingga sampai tingkat doktoral dalam bidang Aqidah.sekarang beliau menjadi profesor dan guru besar serta staf pengajar pasca sarjana di islamic university of madinah jurusan Aqidah dan pengjar di masjid nabawi sampai hari ini.



GURU-GURU BELIAU

       Beliau banyak menimba ilmu dari beberapa ulama dan masyayikh,diantaranya :


1.Ayah beliau sendiri Al Allamah Abdul Muhsin al-Abbad Hafizahullah



2.Syaikh Muhadits Hammad al-Anshari Rahimahullah



3.Syaikh Ali Nashir al-Faqihi Hafizahullah,beliau adalah pembimbing syaikh untuk tesis S2 yang berjudul Syaikh Abdurahman As- Sa'di wa juhudu fi Taudhihil Aqidah



4.Syaikh Abdullah al-Ganaiman Hafizahullah,beliau bersama Syaikh Shalih Fauzan adalah penguji tesis beliau.



5.dan selain mereka,semoga Allah menjaga mereka dan membalas mereka semua dengan kebaikan yang berlimpah 

   
        Beliau sangat bersemangat dalam menuntut ilmu dan bertanya kepada para Gurunya dalam masalah-msalah ilmu.Syaikh Abdul Awwal bin Hammad al-Anshari berkata : "Adalah Syaaikh Abdurrazaq setiap kali menulis buku baru,dia menghadiahkan kepada Ayahku tentang masalah-msalah ilmu yang rumit.


MURID-MURID BELIAU

         Banyak sekali para penuntut ilmu yang mengambil ilmu dari belia,terutama di jami'ah Islamiyyah Madinah,Masjid Jami'ah dan Masjid Nabaw.demikian juga para penuntut ilmu yang mengikuti kajian rutin beliau di Radio Rodja dan mengambil manfaat dari karya-karya beliau.
Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah berkata :"Setiap orang yang memberikan faidah agama kepada orang lain maka dia adalah Syaikhnya.


PUJIAN PARA ULAMA KEPADA BELIAU

          Beliau memiliki kedudukan dimata para ulama karena ilmu dan karya-karyanya yang sangat berharga.sebagai bukti banya para ulama besar yang memberikan pujian dan rekomendasi serta pengantar terhadap buku-buku beliau,Diantaranya :


1. Syaikh Abdul Aziz Bin Baz,beliau berkata dalam pengantar kitab fiqhul Ad'iyah wal Adzkar, "Dari Abdul Aziz bin Baz kepada ananda yang mulia dan terhormat Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin bin Hamd al-Abbad al-Badr -- semoga Allah memberi taufiq kepadanya dalam kebaikan dan menambahkan kepadanya ilmu dan iman ---...Saya sangat senang dengan buku ini yang menjelaskan tentang doa dan Dzikir,faidah dan maknanya.saya wasiatkan 

untuk mencetaknya agar manfaatnya menyebar kepada manusia dan agar anda terus bersemangat untuk melanjutkan acara yang bermanfaat ini.(kata pengantar Fiqhul Ad'iyah Wal Adzkar hlm 4 karya Syaikh Abdurrazaq cet.Dar Ibnu Affan)


2.Syaikh Shalih Fauzan ,Beliau berkata dalam pengantar buku al-Qoulus Sadid fi Raddi 'ala Man Ankara Taqsima Tauhid, "telah bangkit seorang pasukan pembela kebenaran untuk membantahnya (Hassa as-Saqqaf),membongkar kebohonganya dan meruntuhkan talinya yaitu Dr.Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad yang membantah kerancuan-kerancuanya dengan hujjah dan bukti yang kuat,saya telah membantah buku bantahan Syaikh Abdurrazaq dalam masalah ini dan saya mendpatinya bantahan yang memuaskan sesuai dengan jejak para ulama (kata pengantar al-Qoulus Sadid fil Raddi'ala man Ankara Taqsima hlm.7 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad cet.Dar Ibnu Affan dan Dar Ibnul Qoyyim)



Syaikh Shalih fauzan juga memberi kata pengantar buku Durus Aqadiyyah al-Mustafadah minal Hajj,kata beliau,"Saya telah membaca buku risalah kecil Durusun Aqadiyyah al-Mustafadah minal Hajj karya Dr.Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad,dan saya mendapati risalah yang berfaidah,mengandung pelajaran-pelajaran berharga dari ibadah haji (kata pengantar Durusun Aqadiyyah al-Mustafadah minal Hajj hlm.7 Dr.Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad)



3.Syaikh Abdlulla bin Abdul Aziz al-Aqil,beliau berkata saya telah membaca buku Fiqhul Asma'Husna karya Syaikh yang mulia Dr.Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad,sebagaimana saya juga telah mendengar serial kajiannya di radio Idza'ah al-Qur'an karim Saudi Arabia.saya telah mengambil banyak faidah darinya dan sebagaimana pendengar radio lainya yang mengikuti acara bermanfaat ini."

Beliau memuji kitab Fiqhul Ad'iyah Wal Adzkar seraya mengatakan,"Buku ini di butuhkan oleh setiap muslim dan diberi pengantar oleh Syaikh kami Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz dan beliau sangat memuji buku tersebut dengan sanjungan yang besar" (kata pengantar Fiqhul Asma' husna Hlm.3 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad)


4.Syaikh Zaid bin Muhammad al-Madkhali,dalam pengantar kitab Syarah Manzmumah al-Mimiyah,beliau berkata ,untuk anankku yang shalih, Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad.telah sampai surat yang kau tulis untukkku yang berisi ungkapan do'a yang menujjukkan cinta yang jujur dan akhlaq yang indah,semoga Allah memberkahi ilmu dan amalmu.... Dalam kitab ini sangat pantas untuk di cetak kerena berisi kebaikan yang banya sekali bagi segenap pendengar dan pembaca" (Kata pengantar Syarah Manzmumah al-Mimiyah fil Washaya wal Adab Ilmiyyah,hlm 5 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad cet Darulu Fadhillah.)



5.Syaikh Abdullah bin Shalih al-Muhsin,beliau berkata "Saya berteman dengan Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad dan dia adalah sebaik-baik teman.dan anak beliau Abdurrazaq adalah penuntut ilmu yang bagus."



       Setelah ini pantaskah kalau ada seorang penuntut ilmu mengeluarkan ungkapan-ungkapan yang merendahkan Syaikh?! Apakah Anda Tahu sedangakan ulama tersebut tidak tahu?!!


  Anggaplah aku mengatakan kalau subuh itu masih malam
Apakah orang yang tahu tidak mengerti sinar (Diwan al-Mutannabbi hlm79)

AKHLAK DAN KEPRIBADIAN BELIAU
(Pada poin pembahasan ini banyak dinukil dari buku catatan perjalanan dari madinah Hingga ke Radio Rodja oleh al-Ustadz Abdul Muhsin Firanda cet.Pustaka cahaya sunnah)

           Diantara keistimewaan Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad yang menonjol adalah perhatian beliau terhadap maslah akhlak dan mengamalkan ilmu yang telah di dapatkan.Mungkin beberapa kisah berikut bisa sebagai contoh :

1. Perhatian terhadap masalah akhlak dan adab
ini adalah keistimewaan beliau yang menonjol sekali.selama kurang lebih 9 tahun,belia mengajarkan sebuah kitab tentang adab karya Imam Bukhari yang berjudul al-Adab al- Mufrod di masjid universitas islam madinah,setiap hari kamis setelah shalat subuh,selama tiga tahun belia mengajar kitab yang sama di masjid Nabawi.ini semua menunjukkan perhatian beliau terhadap adab dan akhlak mulia

2. Perhatian pada mengamalkan ilmu
Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad pernah bercerita memberikan motivasi untuk mengamalkan ilmu dan bahwasanya amal dapat mengalahkan kelelahan: "Suatu ketika aku pernah shalat terawih di Masjid Nabawi.Dahulu,setiap bulan Romadhon,para Imam masjid nabawi membaca tiga juz dari Al-Qur'an secara tartil.berbeda dengan sekarang di mana para imam hanya membaca satu juz.ketika itu aku shalat dan ternyata di hadapanku ada seorang dari Indonesia yang juga ikut shalat malam.yang menarik perhatianku,ternyata orang tersebut kakinya buntung satu.Takkala berdiri dia hanya bertopang pada satu kakinya.sungguh menakjubkan kita yang memiliki dua kaki merasa kelelahan menunggu imam menyelesikan bacaan tiga juz dalam sepuluh rakaat,sementara orang indonesia itu hanya bertopang dengan satu kaki tetapi semangatnya yang begitu luar biasa;sama sekali tidak bergeming selama shalat,tidak terjatuh atau tertatih-tatih.keimanan yang luar biasa menjadikannya kuat untuk bertahan berjam-jam melaksanakan shalat terawih."
kisah yang luar biasa ini beberapa kali disampaikan oleh syaikh takkala memotivasi murid-muridnya untuk semangat beramal.

3.Disiplin Waktu
selama beliau mengajar,beliau selalu tepat waktu,bak saat masuk kelas maupun keluar kelas.pernah terjadi,syaikh lain yang mengjar sebelum beliau memperpanjang waktu kuliah hingga beberapa menit masuk kedalam jam kuliah beliau. Maka beliau mengetuk pintu kelas sambil memberi salam kepada syaikh tersebut,lantas beliau menasehati sang syaikh dengan perkataan "Maaf,syaikh,waktu istirahat buat mahasiswa jangan diambil." --Dalam pergantian mata kuliah,memang ada jeda sekitar 5-10 menit yang biasa digunakan oleh mahasiswa untuk istirahat--,Maka syaikh tersebut pun berkata,"Na'am,na'am..!"dengan wajah tersipu-sipu dan dengan pebuh rasa malu.

4.Menyenangkan hati orang lain.
Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad perbah berkata,"Wahai Firanda,meskipun sebuah hadiah nilainya tidak seberapa,bisa jadi sangat menyenangkan hati orang yang di beri.suatu saat,aku pernah bertemu seorang penuntut ilmu dari kuwait,dan aku hampir lupa kalau aku pernah mengjarnya.Lantas saat kami bertemu,dia segera memelukku kemudian mengingatkan aku bahwa dia pernah aku ajar di bangku kuliah.Bahkan dia berkata,"Ya Syaikh,aku tidak pernah lupa hadiah bungan yang Syaikh berikan kepadaku,sampai sekarang masih aku simpan di bukuku."
oleh karenanya,beliau terkadang bercnda dan memberikan hadiah untuk menyenangkan orang lain.

NASIHAT DAN PETUAH BELIAU

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad,"berkata aku ingin mengingatkan pada sebuah perkara yang tekadang kita melalaikanya takkala kita mempelajari ilmu Aqidah.Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata :
"Setiap ilmu dan amal yang tidak menambah kekuatan dalam keimanan dan keyakinan maka telah termasuki (terkontaminasi),dan setiap iman yang tidak mendorong untuk beramal maka telah termasuki (tercoreng)[al-Fawaid hlm 86]

seorang muslim senantiasa mempelajari Aqidah dan hendaknya dia bersungguh-sungguh agar ilmu Aqidahnya tersebut bisa memberi pengaruh pada diri,ibadah dan taqarubnya kepada Allah (Tadzkirul Mu'tasi Syarah Aqidah al-Hafizh Abdul Ghaniy al-Maqdisi hlm.21-22)

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad pernah mengatakan,"Sibukkan dirimu dengan berdakwah,dan jika ada yang bertanya kepadamu tentang permasalahan ini(fitnah) maka janganlah kau terpancing,tetapi usahakan untuk megingatkan si penanya agar sibuk dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat."
Lanjutanya:"kita sibuk dengan dakwah,urusan kita banya,maka tidak perlu memikirkan hal-hal seperti itu.Aku pun tidak senang kalau disampaikan kepadaku permasalahan seperti ini,karena aku ingin hatiku bersih.Dan jika aku bertemu dengan orang yang menjelek-jelekan aku,maka aku tetap ramah terhadap dia,karena aku tidak mendengar pembicaranya tentangku."

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad pernah menukil ucapan Ibnu Syaikh al-hizamiyin, "ilmu ini (menjelaskan dan membantah kesesatan pihak lain,pen), Hukumnya haram bagi orang yang berkeinginan untuk menjatuhkan harga diri manusia dalam rangka memuaskan kehendaknya yang rusak atau untuk mendukung hawa nafsu yang diikuti,dan ilmu ini hukumnya mubah (Boleh) bahkan Mustahab (Sunnah) bagi orang yang menjaga dirinya agar tidak terpengaruh kesalahan-kesalahan dan terjerumus dalam ketergelinciran.
Ilmu ini tidak boleh dan tidak Mustahab bagi orang yang hanya ingin mencela dan mengejek-ejek sehingga kesalahan orang lain sebagai bahan tertawaan dan candaan bukan sebagai sarana untuk mengenal kesalahan (agar tidak terjerumus) dan sebagai pelajaran.
Akhirnya ia pun,mengungkap tirai yang menututp kesalahan-kesalahan orang lain tanpa niat yang benar.Padahal setiap amal tergantung pada niatnya,dan setiap orang memperoleh balasan sesuai dengan niatnya."
Syaikh mengomentari perkataan ini,"Betap banyak diantara kita yang butuh akan nasihat yang sangat berharga ini."

KARYA-KARYA BELIAU
      
          Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad memiliki karya tulis yang cukup banyak yang menunjukkan ilmu beliau dan semangatkanya dalam berdakwah,diantaranya adalah :

Karya beliau berupa Tahqiq (Editor)

Al-Inhaf fi Haqiqatil Auliya' karya Imam Shan'ani

Al-Mukhtar fi Ushul Sunnah karya Imam Ibnul Bannna

Juz'ul Bithaqoh oleh Imam Hamzah al-Kinani

Qa'idah Mukhtasharoh fi Wujudi Tha'atillah wa Rasulihi wa Waliautil Umur Karya Syaikhul Islma Ibnu Taimiyyah

Qa'idah jalialah fi Qawa'id Asmail Husna karya Ibnul Qayyim 

Fathur Rahim al-Malakil al-Allam karya Syaikh as-Sa'di

Miftah Dar Sa'dah bi tahqiq Syahadatail Islam karya Hafizh al-Hakimi

Ushulun Azhimah min Qawa'id islam karya Syaikh as-Sa'di

KARYA BELIAU :

At-Tibyin li Da'awatil Mardha wal Mushabin 
At-Tuhfatus Saniyah Mazhmumah ibnu Abi Dawud al-ha'iyah
Al Hajj wa Tahzibun Nufuz
Al Hauqalah
Kitab adz-Dzikr wa Du'a
Al-Quthuf jiyad fir Raddi'ala man Ankara Taqsimat Tauhid
Al-Mukhtashar al-Mufid bi Bayani Dalail Aqsami Tauhid
Atsarul Fitan
Ayatul Kursi wa Barahinu Tauhid
Atsarul Adzkar Syar'iyyah fi tharhil ham wal Gham
Adzkaru Thaharah wa Shalat
Amnul Bilad wa Ahamiyyatahu
Itsbatu annal Muhsin min Asmaillah husna
Ta'ammulat fi qaulihi Wa Azwajuhu Abdil Ghaniy al-Maqdisi
Tkarimul Islam lil Mar'ah
Tanbihat 'ala Risalah Muhammad Adil Azizah fish Shifat
Tsabatu Aqidah Salaf
Tsamaratul Ilmi al-Amal
Durus Aqadiyyah Mustafadah minal Hajj
Syarah al-Urjuzah al-Miawiyyah fi Dzikri Hali Asyrafil Bariyyah
Syarah Mazhummah Ra'iyyah fi Sunnah
Syarah Mazhummah al-Mimiyah
Syarah Hadits Sayyidil Istighfar
Sifat Zaujah Shalihah
Asyroh Qa'waid fil Istiqomah
Fadhlul kalimat Arba'
Fiqhu al-Ad'iyah wal Adzkar - sebanyak 4 jilid
Fawaid Dzikir wa Tsamaratuhu
Fawaid Mustanbathah min Qishati Luqman al-Hakim
kalimah fi Fiqih Du'a
Kaifa Takunu Miftahan lil Khair
Fiqhul Asma'Husna
Mafitahul Khair
Makanah Da'wah Illallah
Manhaj Ahlissunnah fi tauhidil Ummah
Al-Fawaid al-Mantsurah "Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di wa juhuduhu fi Taudhihil Aqidah - Tesis S2
Ziyadatul Iman wa Nuqshanuhu
Dirasat fil Baqiyati Shalihat
Khuthub wa Mawaidh min Hajjatil Wada'
Syarah Manhaj Haq
Ta'liqat 'ala Risalah Wajibuna Nahwa Ma Amarana Allah
wajibuna Nahwa Shahabah
Al-Atsar al-Mansyhur 'anil Imam Malik fi Shifatil Istiwa'
Huquq Kibar Sinni fil Islam
Asbab Ziyadatil Iman wa Nuqasanihi
Mukhtashar Fiqhul Asmail Husna

         Semoga,karya-karya ini masih belum berhenti,semoga beliau bisa melanjutkan untuk menulis karya ilmiah lainya lagi.dan menariknya,buku-buku beliau kebanyakan dicetak oleh para donatur dan dibagikan secara Gratis,dan karya-karya beliau tersebut bisa diunduh di situs resmi beliau :http://www.al-badr.net/web/

            Disamping aktif berdakwah dengan tulisan.beliau juga aktif berdakwah dengan lisan,beliau mengajar di Jami'ah al-Islamiyyah Madinah,Masjid Jami'ah,Masjid Nabawi,dan masjid-masjid lainnya.
Beliau juga aktif mengisi di radio Idza'atul Qur'anil karim Saudi arabia,sehingga akhirnya materinya dibukukan menjadi kitab yaitu Fiqhul Ad'iyah wal Adzkar dan Fiqhul Asmaul'Husna.
Sebagaimana beliau juga aktif mengisi kajian di radio Rodja,Indonesia yang di terjemahkan oleh Ustadz Firanda Hafizahullah,beliau juga terkadang melakukan safar ke luar negeri dalam rangka dakwah seperti ke Afrika,Asia dan Eropa.Dan Khusus ke Indonesia beliau sudah beberapa kali ---Setidaknya 4 kali dengan saat ini

      Akhirnya kita berdoa agar Allah meberkahi Syaikh Yang Mulia dalam ilmu dan dakwahnya dan kita berdoa agar Allah memberikan kesempatan kepada beliau untuk berkunjung lagi ke Indonesia untuk Menyambung Silaturahmi dan menyebarkan Ilmu Syar'i

SILAHKAN DOWNLOAD E-BOOK KARYA BELIAU DALAM BAHASA INDONESIA 






File CHM dengan judul di bawah ini download disni
Biografi Syaikh Abdur Rozzaq

15 Faktor Mantapnya Aqidah

Keajaiban Ayat Kursi

Faktor-faktor Pasang Surutnya Iman

Bekal Berharga dalam Berdakwah

Metode Islami Menuju Persatuan Insani

10 Kaidah Penting Tentang Istiqomah

Agar Kita Selamat dari Fitnah

Seorang Mukmin Ibarat Pohon Kurma

Nama Allah_Al-Ghalib dan An-Nashir

Beginilah Seharusnya Sikap Kita Terhadap Sahabat

Butir-butir Faidah yang Bertaburan

Hak-hak Orang Lanjut Usia dalam Islam

Islam Memuliakan Wanita

Hakikat Do’a

Ada Apa Dibalik Gempa Tsunami?


Sumber:
[Majalah Al-furqon Edisi 10 thn 11 jumada ula 1433 dengan sedikit perubahan]
[http://ibnumajjah.wordpress.com]
[http://moslemsunnah.wordpress.com]
[http://www.raudhatulmuhibbin.org]

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!