Searching...
29 Apr 2013

Diantara Contoh Para Salaf dalam berbakti kepada kedua orang tua

      Rosulullah Shallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"celakalah dia,celakalah dia,kemudian celakalah dia."Ditanyakan kepada Rosulullah,"Siapa,wahai Rosulullah?"Belia menjawab,"Siapa saja yang mendapati orang tuanya pada saat lanjut usia,salah satunya atau keduanya,kemudian dia tidak bisa masuk Surga (karena tidak berbakti kepada orang tuanya) (HR.Muslim no 2551)

Ibnu Umar pernah berkata kepada sorang laki-laki,"Apkah kamu takut masuk neraka dan ingin masuk surga?"laki-laki itu menjawab,"tentu,"Ibnu Umar berkata,"berbaktilah kepada Ibumu.Demi Allah,sekiranya kamu lemah lembut dalam berbicara kepdanya dan memberi makan,niscaya kamu benar-benar akan masuk surga,selama kamu menjauhi dosa-dosa besar (Jami' al-Ulum wa al-Hikam 1/170)


Diantara Contoh Para Salaf dalam berbakti kepada kedua orang tua

- Al-Ma'mun berkata,"Aku tidak perah melihat seorang anak yang lebih berbakti kepada ayahnya dari pada al-Fadhl bin yahya.Baktinya tersebut sampai pada suatu keadaan di mana Yahya (ayahnya) tidak pernah berwudhu kecuali dengan air hangat.kala itu dia sedang di penjara,lalu para penjaga melarang keduanya memasukkan kayu bakar di malam yang sangat dingin,maka ketika yahya tidur,al-Fadhl mengisi air di suatu botol,kemudian menghangatkan ke api lampu.Dia terus berdiri memegang botol tersebut hingga pagi hari.'
     Selain al-Ma'mun menceritakan,bahwa para penjaga penjara mengetahui apa yang dilakukan oleh al-Fadhl yang mendekati api lampu untuk menghangatkan air.sehingga mereka melarang orang-orang yang ada di penjara menyalakan lampu di malam berikutnya.Maka al-Fadhl mencari cara lain untuk menghangatkan air,kemudian dia memenuhi botol dengan air,kemudian dia bawa ke tempat tidurnya,dan dia tempelkan pada perutnya hingga air itu menjadi hangat (Al-Birr wa ash-Shilah,Ibnu al-Jauzi)

- Muahammad bin Abdurahman bin Abu Zinad adalah seorang yang sangat berbakti kepada Ayahnya.Suatu kali ayahnya memanggil,'Wahai Muhammad."
ternyata dia tidak menyahut hingga datang kepada ayahnya dalam keadaan kepala tertunduk lalu menyahutinya.Sang ayah kemudian menyuruh melakukan suatu keperluannya.Dia langsung menyanggupinya tanpa bertanya-tanya karena Takzim kepadanya,hingga dia bertanya kepada orang lain yang paham tentangnya (Al-Birr wa ash-Shilah,Ibnu al-Jauzi)

- Dari Anas bin an-Nadhir al-Asyha'i,dia berkata,"pada suatu malam ibu Ibnu Mas'ud pernah meminta air minum kepadanya.takkala Ibnu Mas'ud datang membawakan air kepadanya,ternyata dia mendapati ibunya sudah tidur,maka dia tetap memegang air tersebut di dekae kepala ibunya hingga pagi hari (Al-Birr wa ash-Shilah,Ibnu al-Jauzi)

- Zainal Abidin adalah seorang yang sangat berbakti kepada Ibunya,hingga pada suatu saat di katakan kepadanya,"Sesungguhnya engkau adalah orang yang sangat berbakti kepada ibumu,akan tetapi kami tidak pernah melihatmu makan satu piring bersamanya."
maka dia menjawab,"Aku Khawatir tanganku mendahuluinya mengambil sesuatu yang dilihat matanya,sehingga aku menjadi durhaka kepadanya (Al-Birr wa ash-Shilah,Ibnu al-Jauzi)

- Uwais al-Qorni dan baktinya kepada ibunya
Diriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir berkata:
Takkala Abu Musa al-Asy'ari dan Abu Amir datang kepada Rosulullah Shallahu 'alaihi wasallam bertanya,'apa yang dilakukan oleh seorang perempuan dari kalian yang dipanggil demikian dan demikian?' Mereka menjawab,'kami meniggalkanya (maksudnya menceraikanya) pada keluarganya.'Rosulullah bersabda,'Sesungguhnya dia telah diampuni dari dosa-dosanya.'mereka bertanya,'Disebabkan apa wahai Rosulullah?beliau menjawab,'Disebabkan baktinya terhadap ibunya,'beliau melanjutkan,'dia pernah memiliki seorang ibu yang lemah lagi tua renta.Suatu saat datang pembawa peringatan yang mengatakan bahwa musuh akan menyerbu malam ini.Maka diapun pergi dengan mengendong ibunya.Jika dia lelah,maka dia melatakanya.Dia menempelkan perutnya pada perut ibunya dan menjadikan kakinya di bawah kaki ibunya agar kaki ibunya terhindar dari batu,hingga akhirnya dia selamat (Hadits mursal lihat Syu'ab al-Iman 10/311)

-Haiwah bin Syuraih,salah seorang Imam kaum Muslimin,pernah suatu hari duduk di halaqohnya untuk mengajarkan ilmu kepada orang-orang.Tiba-tiba ibunya berkata kepadanya,'Bangkitlah wahai Haiwah,taburkanlah gandum untuk ayam kita,'Maka dia pun bangkit dan meniggalkan taklimnya (Al-Birr wa ash-Shilah,Ibnu al-Jauzi)

- Dari Ibnu Aun,bahwa pada suatu saat ibunya memangilnya,maka dia pun menjawab panggilan sang ibu.ternyata suaranya melebihi suara ibunya,karena itu dia pun memerdekakan budak.(Nuzhah al-fudhala 2/656)

- Pada Suatu hari Ibnu Hasan at-Tamimi al Bashri hendak membunuh kalajengking.kalajengking tersebut masuk kedalam sarangnya.Maka dia pun memasukkan jari-jarinya ke lubang sarangnya tersebut,sehingga kalajengking itu mematuknya.Lalu dia berkata kepada kalajengking itu,'Aku Khawatir kamu keluar lalu menghampiri Ibuku untuk menyengatnya (Nuzhah al-fudhala 2/653)

-  Abdullah bin Ja'far al-Marwazi berkata,"Aku pernah mendengar Bundar mengatakan,'suatu ketika aku hendak pergi untum suatu perjalanan,namun ibuku melarangku,maka akupun mentaatinya (untuk tidak pergi),dan ternyata aku mendapat berkah karenanya (Nuzhah al-fudhala 2/989)

- Muhammad bin al-Munkadir rahimahullah pernah meletakkan pipinya di tanah,kemudian berkata kepada ibunya,"Ibuku,berdiri dan letakkanlah kaki ibu di atas pipiku (Nuzhah al-fudhala 2/806)

- Ibnu al-Munkadir juga pernah berkata,"Saudarku,Umar menghabiskan malamnya dengan shalat,sedangkan aku menghabiskan malamku dengan mengelus-elus kaki ibuku,dan aku tidak ingin malamku diganti dengan malam saudaraku (Nuzhah al-fudhala 2/609)

- Pada Masa Utsman bin Affan,harga kurma mencapai seribu dirham.Usamah menuju suatu pohon kurma,lalu menggigitnya dan mengeluarkan daging pohon kurma yang paling lunak,kemudian menghidangkanya untuk ibunya.orang-orang berkata kepadanya,"Apa yang membuatmu melakukan hal ini,sementara kamu tahu bahwa harga pohon kurma sampai seribu dirham..?
Dia menjawab,"karena ibuku memintanya,dan tidaklah beliau meminta sesuatu kepadaku yang aku mampu melainkan aku pasti akan memberikan itu kepadanya (Birr al-Walidain hal 29)

- Dari Abu Burdah,dia berkata,"aku pernah mendengar ayahku bercerita,bahwa dia melihat ibnu Umar dan seorang laki-laki dari yaman yang sedang menggendong Ibunya melakukan Thawaf di Baitullah.laki-laki itu berkata :

Sesungguhnya aku adalah untanya yang ditundukkan
jika ia mengejutkan sanggurdinya,niscaya aku tidak akan terkejut

kemudian dia berkata,Wahai Ibnu Umar,apakah kamu berpendapat bahwa aku telah membalas ibuku?
Ibnu Umar menjawab,'Tidak,meskipun hanya sehela nafas(keletihan)Nya,kemudian Ibnu Umar berthawaf hingga maqam,lalu shalat dua rakaat,kemudian berkata,'Wahai Ibnu Abi Musa,sesungguhnya setiap dua rakaat dapat menghapus dosa-dosa yang ada di depan kedua orang tua (Al-Adab al-Mufrad,bab jaza'al Walidain hal 17)

- Abu Bakar bin 'Ayyasy berkata,'Aku pernah duduk bersama Manshur di rumahnya.kala itu Ibunya yang keras berteriak kepadanya seraya mengatakan,'Wahai Manshur,Ibnu Hubairah menginginkanmu menjadi Qadhi,kenapa kamu menolaknya?'Mendengar hardikan ibunya Manshur hanya menunduk tanpa melihat kepada ibunya (Al-Birr wa ash-Shilah,Ibnu al-Jauzi

sumber :Sungguh merugi siapa yang mendapati orang tuanya masih hidup tapi tidak masuk surga oleh :Ghalib bin Sulaiman al-Harbi hal.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!